Minggu, 23 November 2014

Bentuk Standar Fungsi Boolean



Fungsi Boolean adalah ekspresi yang dibentuk dari peubah Boolean melalui operasi penjumlahan, perkalian, atau komplemen.
Contoh-contoh fungsi boolean :
  1. f(x) = x
  2. f(x,y) = x’y + y
  3. f(x,y,z) = xyz’
Selain dengan cara aljabar, fungsi Boolean dapat dinyatakan dalam bentuk tabel kebenaran. Tabel kebenaran adalah suatu tabel yang menyatakan seluruh kemungkinan nilai peubah dari fungsinya. Jika suatu fungsi Boolean memuat n peubah, maka banyaknya baris dalam tabel kebenaran ada 2n.  Di dalam fungsi Boolean setiap peubah boolean termasuk komplemennya disebut literal.

Contoh :
Buatlah tabel kebenaran dari fungsi aljabar Boolean f(x,y,z) = xyz’ + x.

X
y
Z
z’
xyz’
f(xyz’ + x)
0
0
0
1
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
1
0
0
0
1
0
0
1
0
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
1

Fungsi Boolean tidak unik (tunggal), artinya dua fungsi yang ekspresinya berbeda dikatakan sama jika keduanya mempunyai nilai yang sama pada tabel kebenaran untuk setiap kombinasi peubah peubahnya.
Contoh:
            f(x,y,z) = x’y’z + x’yz + xy’
            dengan
            g(x,y,z) = x’z + xy’


Sumber : http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/KHUSNUL_NOVIANIGSIH/FUNGSI_BOOLEAN.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar